Kamis, 08 Januari 2009
kepecirit nang mathooo....
ia mulai pilih-pilih muka untuk muntah...
kali ini mukaku yang jadi pelampiasannya....
(.... jan isin tenan aku!!!...)
Lagi-lagi hujan...
dan tanganku tak pernah berhenti menawarkan tisu demi tisu...
lalu saat bosan tiba... kau tanya kenapa??
tapi maafkan aku yang hanya bisa tertunduk diam...
ku tak sanggup jujur padamu...
"sungguh kau perlu kacamata"
ku tak sanggup, bukankah kau sudah bosan dengan hujan?...
Sabtu, 03 Januari 2009
sempel
kau dengar itu buyung!!
biduan-biduan itu mulai mendendang lagi..
syair-syair nestapa yang dipetik dari sunyi...
bahkan keramaian itu adalah jamaah sunyi
tapi apa kau rasakan apa yang tengah kugalaukan buyung!!
mereka ramai mencangkul kesunyiannya untuk menjualnya pada berhala yang samar terjamah oleh kesadaran manusia...
kaena berhala itu adalah mereka sendiri...
ooooh.... aku mengais-ngais pelita
lalu kusombongkan...
lagi-lagi aku buat pipiku ditampar penyesalan...
kita harus suci sejak dalam niat...
jujur sejak dalam pikiran...
petuah pak tua itu teramat menohok kecerobohanku...
aku rindu...teramat benar rindu.....
hehhhhhh......................
semua pemimpi punya bulan..
semua pemimpi tidak akan berhenti menggapainya..
kecuali kalo mimpi buruk yang didapatkan..
itulah yang terjadi
pada setiap bapak yang menghentikan tangis buyungnya dengan kapak..
pada setiap ibu yang katanya tak sengaja melempar buah hati kedalam nyala kompor
akibat respon yang tak kepalang riang dengan selebaran diskon kosmetik kecantikan..
dunia morat-marit.... sudah morat... sudah marit... digoncang-goncang... lalu sedap buat gunjing-gunjing...
hehehehe.... dan makhluk pelupa yang tak insyaf berlaku menyimpang...
masih saja menghitung-hitung.. berunding dengan begidik hewaninya...
haha.... kapan ia mulai menyebut-nyebut muasalnya...
dan kapan ia akan linglung mengenai dirinya....
karena
kapak bapak bisu dan merah...
dan menor bunda meringis-ringis...
.... yaah kiamat memang sudah jadi nasib...
bagaimana bisa surga terbuka bila yang ia peroleh adalah jalan kapak bapak dan mesum rayuan emaknya...
modiaR
merupakan kemalangan bagi curut yang bermimpi jadi tokoh utama disetiap adegan...
tapi kenyataan ia memang datang.
dan jadi kenyataan pula curut itu makin merunduk kepala,
sampai congor ikut terseret mundur... mundur...