Selasa, 01 September 2009

Lama tak Sua

kawan.... tiadalah adamu untuk kutinggalkan, meski itu sungguh yang kau rasakan... aku tak pernah bermaksud seperti itu... maka dalam moment ramadhan kali ini... moment dimana dendam, amarah mesti diredam dan dipupus... maafkanlah aku... aku pasti akan selalu menengokmu.. sembari membawa bingkisan yang akan selalu mempercantik paras dan hatimu... aku pastikan kawan... karena untuk aku yang angkuh ini... meski keramaian sangatlah menggoda... kesunyian merupakan keharusan...

Kamis, 08 Januari 2009

kepecirit nang mathooo....

perutku ngambek!!
ia mulai pilih-pilih muka untuk muntah...

kali ini mukaku yang jadi pelampiasannya....
(.... jan isin tenan aku!!!...)


Lagi-lagi hujan...

kau bilang lagi-lagi hujan yang ku persembahkan
dan tanganku tak pernah berhenti menawarkan tisu demi tisu...

lalu saat bosan tiba... kau tanya kenapa??

tapi maafkan aku yang hanya bisa tertunduk diam...
ku tak sanggup jujur padamu...
"sungguh kau perlu kacamata"

ku tak sanggup, bukankah kau sudah bosan dengan hujan?...

Sabtu, 03 Januari 2009

sempel

kau dengar itu buyung!!

biduan-biduan itu mulai mendendang lagi..

syair-syair nestapa yang dipetik dari sunyi...

bahkan keramaian itu adalah jamaah sunyi

tapi apa kau rasakan apa yang tengah kugalaukan buyung!!

mereka ramai mencangkul kesunyiannya untuk menjualnya pada berhala yang samar terjamah oleh kesadaran manusia...

kaena berhala itu adalah mereka sendiri...

ooooh.... aku mengais-ngais pelita

lalu kusombongkan...

lagi-lagi aku buat pipiku ditampar penyesalan...

kita harus suci sejak dalam niat...

jujur sejak dalam pikiran...

petuah pak tua itu teramat menohok kecerobohanku...

aku rindu...teramat benar rindu.....

hehhhhhh......................

semua pemimpi punya bulan..

semua pemimpi tidak akan berhenti menggapainya..

kecuali kalo mimpi buruk yang didapatkan..

itulah yang terjadi

pada setiap bapak yang menghentikan tangis buyungnya dengan kapak..

pada setiap ibu yang katanya tak sengaja melempar buah hati kedalam nyala kompor

akibat respon yang tak kepalang riang dengan selebaran diskon kosmetik kecantikan..

dunia morat-marit.... sudah morat... sudah marit... digoncang-goncang... lalu sedap buat gunjing-gunjing...

hehehehe.... dan makhluk pelupa yang tak insyaf berlaku menyimpang...

masih saja menghitung-hitung.. berunding dengan begidik hewaninya...

haha.... kapan ia mulai menyebut-nyebut muasalnya...

dan kapan ia akan linglung mengenai dirinya....

karena

kapak bapak bisu dan merah...

dan menor bunda meringis-ringis...

.... yaah kiamat memang sudah jadi nasib...

bagaimana bisa surga terbuka bila yang ia peroleh adalah jalan kapak bapak dan mesum rayuan emaknya...

modiaR

harusnya ia memang tak datang
merupakan kemalangan bagi curut yang bermimpi jadi tokoh utama disetiap adegan...
tapi kenyataan ia memang datang.
dan jadi kenyataan pula curut itu makin merunduk kepala,
sampai congor ikut terseret mundur... mundur...